SMPN 2 Kasui Libatkan KPU Way Kanan Dalam Pendidikan Demokrasi.

SMPN 2 Kasui Libatkan KPU Way Kanan Dalam Pendidikan Demokrasi.

93
0
BERBAGI
pemilos SMPN2 Kasui

Kasui , kpu-waykanan.go.id (27/01)  SMP Negeri 2 Kasui  bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kabupaten Way Kanan dalam hal pengembangan karakter siswa  dengan praktek materi pembelajaran IPS dan PKn melalui pemilihan OSIS hal ini dilakukan  Untuk melatih siswa berdemokrasi dan menghargai perbedaan pendapat, Laboratorium IPS SMPN 2 Kasui yang bekerjasama dengan KPU Kabupaten  Way Kanan,Mapolsek Kasui,PPK Kasui,Panwascam hingga PPS Kampung Kasui Lama.

Sementara menurut Kepala Sekolah SMPN 2 Kasui Aan Frimadona Roza kegiatan ini memiliki pesan yang sangat penting dalam karakter peserta didik baik dari segi materi pembelajaran hingga nilai-nilai yang dapat ditanamkan sejak dini.

Pemilihan Ketua Osis SMPN 2 Kasui

“semisal tentang sikap dan prilaku ber demokrasi yang baik dengan melalui tahapan yang sesuai aturan lebih jauh bagi peserta didik sejak pelajar sudah ditanamkan jiwa kepemimpinan,kejujuran,keberanian,santun dan gotong royong mulai dari pendaftaran calon ketua OSIS,debat,kampanye hingga teknis penyelenggaraan yang sebenarnya” Tuturnya

selain pemilihan ketua Osis dilaukan juga penanaman  pohon demokrasi “Sirsak” dihalaman sekolah  sebagai monumen penerapan demokrasi sejak dini di SMPN 2 KASUI.

penanaman pohon SIRSAK sebagai monumen oleh Komisioner KPU Way Kanan

Sebagai hasil pemilihan OSIS TP 2017/2018 SMPN 2 Kasui dengan suara terbanyak dimenangkan pasangan urut 2 yakni Aditya dan Dimas Kelas VII dengan memperoleh 120 suara dari 180 mata pilih. sekolah berharap nanti para pengurus OSIS baru akan lebih baik lagi kedepannya

siswa SMPN 2 usai mencoblos

Sementara itu Komisioner KPU Kabupaten Way Kanan Doan Endedi, S.H Divisi SDM dan Parisi pasi Masyarakat mengatakan dilaksanakan pemilihan Ketua Osis di SMPN 2 Kasui  tersebut adalah merupakan suatu pembelajaran secara dini kepada calon pemilih tentang demokrasi dalam berorganisasi di sekolah.

“Walaupun mereka belum mempunyai hak pilih pada pilkada maupun pemilu beberapa tahun lagi, namun mereka sudah mempunyai bekal cara berdemokrasi, sehingga suatu saat ketika sudah mempunyai hak pilih akan dapat menggunkan haknya secara lebih bijaksana,” katanya.

**Admin**